Skip to content

#Dividen

77 posts
reads
Analisis Saham DGIK (Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk.) Per Q3 Desember 2025

Analisis mendalam saham DGIK (Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk) berdasarkan laporan keuangan kuartal 3 tahun 2025. Apakah saham ini layak dibeli, ditahan, atau dijual?

reads
Analisis Saham CITA (PT CITA MINERAL INVESTINDO TBK) Per Q3 Desember 2025

Analisis mendalam saham CITA (PT Cita Mineral Investindo Tbk) per kuartal 3 Desember 2025. Tinjauan bisnis, kinerja keuangan, valuasi, risiko, dan rekomendasi investasi.

reads
Analisis Saham MTDL (PT METRODATA ELECTRONICS TBK) Per Q3 Desember 2025

Analisis mendalam saham MTDL (PT Metrodata Electronics Tbk) per kuartal 3 Desember 2025. Tinjauan bisnis, kinerja keuangan, valuasi, risiko, dan rekomendasi investasi.

reads
Analisis Saham SKLT (PT SEKAR LAUT TBK) Per Q3 Desember 2025

Analisis mendalam saham SKLT (PT Sekar Laut Tbk) per kuartal 3 Desember 2025. Tinjauan bisnis, kinerja keuangan, valuasi, risiko, dan rekomendasi investasi.

reads
Analisis Saham SILO (PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK) Per Q3 Desember 2025

Analisis mendalam saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) per kuartal ketiga 2025. Meliputi profil bisnis, kinerja keuangan, valuasi, risiko, dan rekomendasi investasi.

reads
Analisis Saham PNGO (Pinago Utama Tbk.) Per Q3 November 2025

Analisis mendalam saham PNGO (PT Pinago Utama Tbk) per Q3 2025. Fokus pada fundamental, profitabilitas, dividen, likuiditas, valuasi, dan risiko investasi. Rekomendasi DIVIDEND INCOME PLAY dengan pemantauan ketat.

reads
Analisis Saham CSRA (Cisadane Sawit Raya Tbk) Per Q3 November 2025

PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) adalah perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit terintegrasi di Indonesia. Pada Q3 2025, CSRA menunjukkan fundamental EXCEPTIONAL dengan kombinasi LANGKA: valuation attractive (PER 6,25x, PBV 1,20x, PEG 0,09 EXCEPTIONALLY cheap), profitabilitas excellent (ROE 19,01%, gross margin 35,9%, operating margin 22,7%), growth momentum STRONG (+75,9% revenue YoY, +70,6% earnings YoY), balance sheet solid (DER 0,69x, equity 59,3% of assets), dan dividend attractive (yield 1,39% dengan payout ratio VERY LOW 8,71% = besar room untuk increase). Ini adalah BEST-IN-CLASS opportunity

reads
Analisis Saham TAPG (Triputra Agro Persada Tbk) Per Q3 November 2025

PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) adalah produsen minyak sawit mentah (CPO) dengan dividen yield tinggi 10,22% pada puncak siklus komoditas. Namun, risiko signifikan terkait penurunan harga CPO dapat memaksa pemangkasan dividen hingga 50-70%. Dengan probabilitas lebih dari 60% terjadinya normalisasi harga CPO dalam 12-24 bulan ke depan, TAPG dinilai overvalued sekitar 30-45% dari nilai wajarnya. Rekomendasi hanya untuk investor yang memahami risiko siklus komoditas, bukan untuk pencari pendapatan pasif jangka panjang.

reads
Analisis Saham PBSA (Paramita Bangun Sarana) Per Q3 November 2025

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) adalah perusahaan konstruksi industrial Indonesia dengan focus pada oil palm sector yang didirikan 2002 dan IPO 2016. Perusahaan menunjukkan fundamental EXCELLENT dengan profitabilitas exceptional (net margin 19,10%, gross margin 23,23%), returns outstanding (ROE 30,27%, ROCE 33,05%), balance sheet fortress (minimal debt Rp 11B, net cash Rp 195B), dan strong cash generation (OCF Rp 304B, FCF Rp 295B). Dividend yield attractive 4,30% dengan payout ratio sustainable 78,84%. TETAPI, perusahaan menghadapi STRUCTURAL GROWTH HEADWIND dengan revenue declining -19,17% YoY dan earnings declining -36,17% YoY karena oil palm industry slowdown (subsidi dicabut, ESG pressures, market saturation). Ini adalah MATURE CASH COW QUALITY DIVIDEND STOCK, bukan growth play. Valuasi PER 16,53x justified by quality tetapi PBV 5,00x premium for declining company.

reads
Analisis Saham KEJU (Mulia Boga Raya) Per Q3 November 2025

FMCG Premium dengan Growth Kuat, Margin Excellent, dan Valuation Justified. PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) adalah produsen keju premium merek Prochiz yang merupakan subsidiary dari Garudafood Putra Putri Jaya (GOOD). Perusahaan menunjukkan fundamental exceptional dengan profitabilitas kuat (net margin 13,84%, gross margin 30,69%), returns luar biasa (ROE 22,27%, ROCE 27,14%), balance sheet fortress (zero debt, net cash Rp 309B), dan growth solid (+22,78% revenue YoY). Pada 9M2025, KEJU membukukan revenue Rp 1.089 triliun (+15,9%) dan net income Rp 147,9 miliar (+30,3%). Dividend yield 1,78% dengan payout ratio sustainable 37,09%. Prochiz adalah market leader cheese dengan 27,75% market share Indonesia. Valuasi PER 22,66x adalah premium tapi fully justified untuk quality level exceptional ini.