Skip to content

#Perindustrian

51 posts
reads
Analisis Saham BUKK (Bukaka Teknik Utama): Rally 25% Sehari di Tengah IHSG Bangkit — Apakah Sudah Saatnya Masuk?

BUKK melonjak +24,88% saat IHSG melesat 5%. Valuasi P/B 0,46x tapi utang jangka panjang Rp13 triliun. Analisis lengkap per 15 Juni 2026.

reads
Analisis Saham NIKL (Pelat Timah Nusantara): Satu-satunya Produsen Tinplate Domestik di Harga Terendah Setahun

NIKL terpuruk -52% dalam sebulan, RSI 10 di 29,6 — oversold ekstrim atau jebakan bear? Analisis fundamental + teknikal lengkap per 9 Juni 2026.

reads
Analisis Saham Sanurhasta Mitra (MINA) Mei 2026: Naik 373% Setahun, tapi Revenue Cuma Rp10 Miliar

MINA naik +15,86% ke Rp336 dengan market cap Rp3,3 triliun — tapi revenue TTM hanya Rp10 miliar dan masih rugi. Story stock Bali dengan risiko regulasi dan fundamental yang tidak mendukung valuasi.

reads
Analisis Saham Chandra Asri Pacific (TPIA) Mei 2026: Crash 83%, Apakah Badai MSCI Sudah Berlalu?

TPIA anjlok 83% dari ATH ke Rp1.785 akibat MSCI outflow, isu jaminan saham, dan tekanan IHSG. Fundamental Q1 2026 cetak rekor laba, tapi JP Morgan masih pasang target Rp1.090.

reads
Analisa Saham Green Power Group (LABA) Q3 2025 [Terbaru]

LABA rebound 12,5% ke Rp99 tapi masih turun 73% dari ATH Rp366. Revenue TTM Rp48 miliar vs target Rp621 miliar di 2025 yang meleset total. CFO negatif Rp64 miliar dan governance suram pasca deportasi Dirut membuat LABA bukan untuk sembarang investor.

reads
Paramita Bangun Sarana (PBSA): Laba Q1 2026 Ambrol 96%, tapi Yield 6,5% dan Neraca Bersih

PBSA terjun 69% dari ATH Rp2.750 ke Rp850 setelah laba Q1 2026 hanya Rp1 miliar. Fundamentalnya masih kuat — zero debt, ROE 32%, dividend yield 6,5% — tapi earnings visibility 2026 menjadi tanda tanya besar.

reads
Analisis Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) Mei 2026

UNTR di Rp24.100 dengan RSI 14,4, laba Q1 anjlok 80% karena Martabe berhenti dan RKAB dipotong. Tetapi valuasi P/B 0,94x di bawah book value dan buyback Rp2T masih berjalan. ACCUMULATE di Rp22.000–24.500. Tiga Badai Sekaligus — RKAB, Martabe, dan RSI 14,4. Tapi P/B 0,94x Bicara Lain

reads
Analisis Saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) Mei 2026

MORA melonjak +19.75% ke Rp7.125 saat IHSG memerah, didorong free float 16,75% yang memungkinkan pergerakan ekstrem. Market cap Rp340 triliun vs revenue Rp4 triliun; Mungkin sebaiknya AVOID untuk investor reguler. Kontra Market +19,75% di Atas Valuasi 83x Revenue — Bandar, Bukan Fundamental

reads
Analisis Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) Mei 2026: Backlog US$4,5 Miliar vs Leverage Tinggi di Bawah Tekanan IHSG Bear Market

PTRO terkoreksi 10,93% ke Rp4.320, mendekati 52-week low. Backlog kontrak Rp79 triliun dan asing net buy Rp4 miliar; tetapi leverage DER 2,80x dan interest coverage 1,34x masih jadi ganjalan.

reads
Analisis Saham Cita Mineral Investindo (CITA) Q1 2026: Ada Dividen Jumbo Rp351, WHW Menekan Laba

CITA di Rp3.800: dividend yield 9,24%, zero debt, Altman Z-Score 28,83 — namun laba Q1 2026 -72% YoY akibat normalisasi WHW. Cum dividen 22 Mei 2026. Beli saat ini?