July 1, 2026 — reads July 1, 2026 — reads Analisis Saham DSSA (Dian Swastatika Sentosa) Q1 2026 (Per 1 Juli 2026) DSSA anjlok lebih dari 80% YTD usai didepak MSCI dan FTSE Russell. Analisis fundamental, teknikal, dan valuasi saham DSSA di harga Rp795. Setelah Ambruk 80 Persen, Layakkah Diserok di Rp795? Speculative Analisis SahamBatubaraDSSADividenEnergiFundamentalTeknikal
June 10, 2026 — reads June 10, 2026 — reads Analisis Saham MYOH (Samindo Resources): Mesin Dividen dengan Kas Hampir Separuh Harga Sahamnya MYOH turun -39% setahun padahal net cash Rp773 miliar dan yield 6%. Analisis kenapa pasar mendiskon kontraktor Kideco ini per 10 Juni 2026. Buy Analisis SahamBatubaraDividenEV BatteryEnergiFundamentalMYOHTeknikal
June 8, 2026 — reads June 8, 2026 — reads Analisis Saham J Resources Asia Pasifik (PSAB) Juni 2026: Di Balik Laba Meledak dan Dividen Jumbo 19% Laba PSAB melonjak 23x dan dividen Rp105 (yield ~19%) — tapi keduanya berasal dari jual tambang Doup. Bedah valuasi riil, teknikal, dan kualitas laba PSAB. Hold Analisis SahamBarang BakuDividenEMASFundamentalPSABTeknikal
June 1, 2026 — reads June 1, 2026 — reads Analisa Saham INDF Q1 2026 Analisis mendalam INDF (Indofood Sukses Makmur) di harga Rp6.925 — emiten consumer defensif terbesar Indonesia dengan laba Q1 2026 naik 9% YoY, P/E 5,14x, dividend yield 4%, dan konsensus buy dari analis. Momentum: keluarnya dari MSCI Standard sudah berlalu, saatnya dievaluasi ulang. Buy Analisis SahamBarang Konsumen PrimerDividenFundamentalINDFTeknikal
May 22, 2026 — reads May 22, 2026 — reads Paramita Bangun Sarana (PBSA): Laba Q1 2026 Ambrol 96%, tapi Yield 6,5% dan Neraca Bersih PBSA terjun 69% dari ATH Rp2.750 ke Rp850 setelah laba Q1 2026 hanya Rp1 miliar. Fundamentalnya masih kuat — zero debt, ROE 32%, dividend yield 6,5% — tapi earnings visibility 2026 menjadi tanda tanya besar. Speculative Analisis SahamDividenFundamentalPBSAPerindustrianTeknikal
May 21, 2026 — reads May 21, 2026 — reads Analisis Saham Bumi Resources (BUMI) Q1 2026: Asing Net Buy Rp203 Miliar BUMI Q1 2026: saham sudah -66% dari puncak, RSI ekstrem 16, dan asing justru net buy Rp203M. Namun P/E 42x, Altman Z-Score grey zone, dan zero dividen sejak 2012 membuat ini murni taruhan spekulatif pada diversifikasi emas-tembaga H2 2026. Avoid Analisis SahamBUMIBarang BakuBatubaraDividenEMASFundamentalTeknikal
May 21, 2026 — reads May 21, 2026 — reads Analisis Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Mei 2026: MACD Golden Cross, Laba +167% YoY, Dividend Yield 5,3% — Paling Menarik di Sektor Konsumen JPFA di Rp2.640 dengan MACD golden cross, volume 1,83x rata-rata, dan net foreign buy Rp12,1 miliar. Laba Q1 2026 melonjak 167% YoY; forward PE hanya 7x. BUY dengan target Rp3.000–3.200. Strong Buy Analisis SahamBarang Konsumen PrimerDividenFundamentalJPFATeknikal
May 21, 2026 — reads May 21, 2026 — reads Analisis Saham Perusahaan Gas Negara (PGAS) Q1 2026: Yield 10%, Net Cash, dan Blok Masela PGAS Q1 2026: laba tumbuh 46% YoY, P/B di bawah 1x, dividend yield 10%, dan kontrak LNG Blok Masela 15 tahun — nilai sudah ada, tapi entry point teknikal masih perlu konfirmasi. Tapi Technicals Belum Konfirmasi Strong Buy Analisis SahamBUMNDividenEnergiFundamentalPGASTeknikal
May 21, 2026 — reads May 21, 2026 — reads Analisis Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) Mei 2026 UNTR di Rp24.100 dengan RSI 14,4, laba Q1 anjlok 80% karena Martabe berhenti dan RKAB dipotong. Tetapi valuasi P/B 0,94x di bawah book value dan buyback Rp2T masih berjalan. ACCUMULATE di Rp22.000–24.500. Tiga Badai Sekaligus — RKAB, Martabe, dan RSI 14,4. Tapi P/B 0,94x Bicara Lain Strong Buy Analisis SahamDividenFundamentalPerindustrianTeknikalUNTR
May 20, 2026 — reads May 20, 2026 — reads Analisis Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Mei 2026 ARCI di Rp1.180 pada ex-dividen hari ini, RSI 21,8, dan asing net buy Rp15,7 miliar. Royalti emas 14–20% resmi ditunda Bahlil. ACCUMULATE bertahap di Rp1.100–1.300. RSI 21,8 dan Royalti Ditunda — Beli Sekarang atau Tunggu Kepastian? Buy ARCIAnalisis SahamBarang BakuDividenEMASFundamentalTeknikal