Skip to content

#Dividen

77 posts
reads
Analisis Saham DSSA (Dian Swastatika Sentosa) Q1 2026 (Per 1 Juli 2026)

DSSA anjlok lebih dari 80% YTD usai didepak MSCI dan FTSE Russell. Analisis fundamental, teknikal, dan valuasi saham DSSA di harga Rp795. Setelah Ambruk 80 Persen, Layakkah Diserok di Rp795?

reads
Analisis Saham MYOH (Samindo Resources): Mesin Dividen dengan Kas Hampir Separuh Harga Sahamnya

MYOH turun -39% setahun padahal net cash Rp773 miliar dan yield 6%. Analisis kenapa pasar mendiskon kontraktor Kideco ini per 10 Juni 2026.

reads
Analisis Saham J Resources Asia Pasifik (PSAB) Juni 2026: Di Balik Laba Meledak dan Dividen Jumbo 19%

Laba PSAB melonjak 23x dan dividen Rp105 (yield ~19%) — tapi keduanya berasal dari jual tambang Doup. Bedah valuasi riil, teknikal, dan kualitas laba PSAB.

reads
Analisa Saham INDF Q1 2026

Analisis mendalam INDF (Indofood Sukses Makmur) di harga Rp6.925 — emiten consumer defensif terbesar Indonesia dengan laba Q1 2026 naik 9% YoY, P/E 5,14x, dividend yield 4%, dan konsensus buy dari analis. Momentum: keluarnya dari MSCI Standard sudah berlalu, saatnya dievaluasi ulang.

reads
Paramita Bangun Sarana (PBSA): Laba Q1 2026 Ambrol 96%, tapi Yield 6,5% dan Neraca Bersih

PBSA terjun 69% dari ATH Rp2.750 ke Rp850 setelah laba Q1 2026 hanya Rp1 miliar. Fundamentalnya masih kuat — zero debt, ROE 32%, dividend yield 6,5% — tapi earnings visibility 2026 menjadi tanda tanya besar.

reads
Analisis Saham Bumi Resources (BUMI) Q1 2026: Asing Net Buy Rp203 Miliar

BUMI Q1 2026: saham sudah -66% dari puncak, RSI ekstrem 16, dan asing justru net buy Rp203M. Namun P/E 42x, Altman Z-Score grey zone, dan zero dividen sejak 2012 membuat ini murni taruhan spekulatif pada diversifikasi emas-tembaga H2 2026.

reads
Analisis Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Mei 2026: MACD Golden Cross, Laba +167% YoY, Dividend Yield 5,3% — Paling Menarik di Sektor Konsumen

JPFA di Rp2.640 dengan MACD golden cross, volume 1,83x rata-rata, dan net foreign buy Rp12,1 miliar. Laba Q1 2026 melonjak 167% YoY; forward PE hanya 7x. BUY dengan target Rp3.000–3.200.

reads
Analisis Saham Perusahaan Gas Negara (PGAS) Q1 2026: Yield 10%, Net Cash, dan Blok Masela

PGAS Q1 2026: laba tumbuh 46% YoY, P/B di bawah 1x, dividend yield 10%, dan kontrak LNG Blok Masela 15 tahun — nilai sudah ada, tapi entry point teknikal masih perlu konfirmasi. Tapi Technicals Belum Konfirmasi

reads
Analisis Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) Mei 2026

UNTR di Rp24.100 dengan RSI 14,4, laba Q1 anjlok 80% karena Martabe berhenti dan RKAB dipotong. Tetapi valuasi P/B 0,94x di bawah book value dan buyback Rp2T masih berjalan. ACCUMULATE di Rp22.000–24.500. Tiga Badai Sekaligus — RKAB, Martabe, dan RSI 14,4. Tapi P/B 0,94x Bicara Lain

reads
Analisis Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Mei 2026

ARCI di Rp1.180 pada ex-dividen hari ini, RSI 21,8, dan asing net buy Rp15,7 miliar. Royalti emas 14–20% resmi ditunda Bahlil. ACCUMULATE bertahap di Rp1.100–1.300. RSI 21,8 dan Royalti Ditunda — Beli Sekarang atau Tunggu Kepastian?