Skip to content

#Dividen

77 posts
reads
Analisis Saham LION (Lion Metal Works) Per Q3 November 2025

PT Lion Metal Works Tbk (LION) adalah perusahaan manufaktur produk baja dan logam Indonesia yang didirikan tahun 1972. Pada 9M2025, LION mengalami operational crisis serius dengan net loss Rp 26,1 miliar (vs profit Rp 2,3 miliar 9M2024), revenue declining -16,9% YoY, dan gross profit collapsing -40,1% YoY. Perusahaan memiliki negative earnings (EPS Rp -50,18), negative profitability (net margin -4,92%, ROE -3,77%), dan paying unsustainable dividend Rp 5.00/share sambil losing money. Cash flow sangat low (operating CF Rp 23B saja), dan massive investing outflow Rp -218B menunjukkan operational distress. Valuasi cheap (PBV 0,57x, P/S 0,72x) adalah VALUE TRAP karena company losing money. Ini adalah DISTRESSED MICRO-CAP dengan HIGH RISK dan AVOID recommendation. Dividend akan di-cut atau suspend segera.

reads
Analisis Saham NRCA (Nusa Raya Cipta Tbk) Per Q3 November 2025 - Kontraktor Cash-Rich dengan Volatilitas Ekstrem

PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) adalah perusahaan jasa konstruksi Indonesia yang beroperasi sejak 1975, anak usaha Surya Semesta Internusa (SSIA). Pada 9 bulan 2025, NRCA membukukan revenue Rp 2,66 triliun (+4,8% YoY) dan net income Rp 156,3 miliar (+84,5% YoY). Perusahaan memiliki balance sheet yang sangat kuat dengan cash Rp 728 miliar, net cash position Rp 477 miliar, debt minimal (DER 0,19x), dan free cash flow Rp 209 miliar. Dividend yield 2,23% dengan payout ratio konservatif 26,34%. Namun, harga saham sangat volatile (range Rp 278-1.250) dan free float rendah (20,14%). Valuasi PER 16,05x premium terhadap market dengan pertumbuhan revenue hanya 2,46%

reads
Analisis Saham PTPS (PT Pulau Subur Tbk) Per Q3 November 2025

PT Pulau Subur Tbk (PTPS) adalah perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit yang beroperasi di Sumatera Selatan sejak 1980. Pada 9 bulan pertama 2025, PTPS mencatat revenue Rp 51 miliar (+43,7% YoY), net income Rp 23,8 miliar (+91,9% YoY), dan operating cash flow Rp 23,43 miliar (+228% YoY). Perusahaan memiliki debt minimal (Rp 422,6 juta), dividend yield attractive 3,33%, dan profitabilitas tinggi (net margin 46,7%, ROE 12,24%). Valuasi PER 11,61x dan PBV 2,30x berada di zona fair-to-slightly-premium untuk oil palm company.

reads
Analisis Saham UANG (Pakuan Tbk.) Q3 November 2025

Analisis mendalam PT Pakuan Tbk (UANG) Q3 2025 menunjukkan perusahaan real estate ini dalam kondisi distressed dengan fundamental yang sangat mengkhawatirkan. Meskipun revenue tumbuh 221% YoY, UANG mengalami kerugian bersih Rp -32 Miliar, cash flow negatif, ROE negatif, dan tidak mampu membayar bunga utang. Saham ini sedang dimanipulasi oleh insider trading activities. Mungkin sebaiknya perhatikan perkembangan terbaru mengenai saham ini jika ingin investasi.

reads
Analisis Saham GOTO (GoTo Gojek Tokopedia) Q3 2025 November — Growth Story Approaching Profitability

GOTO menunjukkan kemajuan signifikan menuju profitabilitas dengan pertumbuhan pendapatan kuat di Q3 2025. Namun, tantangan margin dan cash flow perlu diperhatikan.

reads
Analisis Saham PT Perusahaan GAS Negara (PGAS) - November 2025

Apakah Saham Ini Undervalued?

reads
Analisis Saham PTBA Q3 2025 — Stabilitas & Dividen Tinggi di Tengah Tantangan

PTBA: Saham Batubara Ini Undervalued 26% dari Harga Wajar atau Cuma Jebakan Dividen?

reads
Analisis Saham TOTL Q3 November 2025 — Stabilitas & Dividen Tinggi di Tengah Tantangan

Valuasi Murah, Dividen Tinggi, & Momentum Pertumbuhan yang Menggiurkan — Apakah TOTL Layak Dibeli Sekarang?

reads
Analisis Saham SCMA (Surya Citra Media) 2025: Valuasi Mulai Masuk Akal di Tengah Transisi Bisnis Digital

Evaluasi fundamental dan valuasi saham SCMA 2025 berdasarkan kinerja terbaru, margin, arus kas, dan prospek transformasi digitalnya.

reads
Analisis Saham TLKM (Telekomunikasi Indonesia) Q3 2025

Analisis komprehensif saham TLKM 2025 berdasarkan data keuangan terbaru, prospek bisnis digital, dan valuasi terkini.